Rabu, 17 Maret 2010

TUGAS -1 ( 2 - EB 10 )

MENUMBUHKAN SIKAP BERBAHASA INDONESIA YANG POSITIF TERHADAP BAHASA INDONESIA BAGI MAHASISWA

Mahasiswa itu adalah pribadi dewasa yang kesehariannya berinteraksi secara luas di masyarakat. Walhasil mereka cenderung memiliki kosa kata berbahasa yang luas pula. Namun mahasiswa lebih cenderung menggunakan bahasa yang bisa mempersatukan diantara mereka yang biasa disebut bahasa gaul. Bahasa gaul sebenarnya merusak tatanan EYD ( Ejaan Yang Disempurnakan ) dalam bahasa Indonesia.

Mahasiswa yang seharusnya sebagai generasi penerus bangsa Indonesia dididik agar menggunakan bahasa Indonesia tidak hanya digunakan secara formal di kampus namun juga digunakan sebagai bahasa pergaulan.
Bagaimana sih sebenarnya cara menumbuhkan sikap berbahasa Indonesia yang positip bagi kalangan mahasiswa?

Keinginan berbahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan dikalangan mahasiswa sebenarnya dapat dilakukan selama ada motivasi.
Motivasi dapat timbul dari dalam individu dan dapat pula timbul akibat pengaruh, dari dalam dan dari luar dirinya. Hal ini akan di uraikan sebagai berikut:

a. Motivasi Intrinsik.
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan sendiri. Misalnya anak mau belajar karena ingin memperoleh ilmu pengetahuan dan ingin menjadi orang berguna bagi nusa, bangsa, dan negara. Oleh krena itu, ia rajin belajar tanpa ada suruhan dari orang lain.

b. Motivasi Ekstrinsik
Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya anak mau belajar karena di suruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya.

“To motivate a chield is to arrange conditions so that he wants to do what he is capable of doing”. Memotivasi anak berarti mengatur kondisi – kondisi sehingga ia ingin melakukan apa yang dapat dikerjakannya.

Dalam bahasa sehari-hari motivasi dinyatakan dengan: hasrat, keinginan, maksud, tekad, kehendak, cita-cita, keharusan, kesediaan, dan sebagainya.

Nah… sekarang bagaimana cara motivasi itu tumbuh dikalangan mahasiswa?

Pengetahuan tentang timbulnya motivasi belajar serta hambatan belajar memperoleh makna pedagogis yang istimewa, apabila dipertimbangkan dua hal berikut ini:

a. Penyebab utama timbulnya pengukuhan positif maupun negatif, atau dengan
perkataan lain pengalaman berhasil atau gagal bukanlah pada suatu fenomena alam yang misterius, melainkan pada pengajar.

b. Perkiraan akan gagal dan hambatan belajar di peroleh dalam proses interaksi sosial yang buruk kondisinya. Karena itu umumnya dapat dilenyapkan lagi dengan mengadakan kondisi belajar yang baik.

Dengan lain perkataan, pengajar dapat sangat mempengaruhi perkembangan motivasi dengan jalan membentuk corak pengajarannya secara selaras serta melalui bentuk-bentuk perilaku tertentu dalam interaksi yang berlangsung antara dirinya dan pengajar. Dengan begitu timbul pertanyaan, Bagaimanakah seharusnya sikap pengajar agar mendorong timbulnya motivasi belajar. Untuk menjawabnya, diperhatikan berbagai aspek :
- Perilaku yang memperkukuh perilaku belajar,
- ’’ Teknik-teknik motivasi’’ khusus untuk pengajar,
- Gaya interaksi sosial dalam proses mengajar dan belajar pada umumnya.

Dengan potensi pengajar yang dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa pergaulan, percaya deh… Passti terwujud…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar